Kamis, 12 Oktober 2023

Apakabar sahabat



Apa kabar temen-temen sahabat semua, sudah lama tidak ada kabar, semoga kabar baik selalu menyertai kita. Setelah lama vakum dalam dunia penulisan dan ingat ternyata pernah buat tulisan di blogger, kira-kira pembahasan apa yang sedang menarik saat ini

Tentu lama tidak menulis membuat otak berpikir keras apalagi bahan bacaan tidak terlalu banyak, tetapi memulai lagi hal yang sebenarnya dilakukan tidak lah begitu sulit, tinggal bagaimana kita menemukan topik yang tepat 

Dan yang paling penting segera menulis apa saja yang ingin di tuliskan jangan kebanyakan di fikir, tulis saja apa yang sedang ada di pikiran sekarang 

Mohon kritik dan saran untuk lebih semangat lagi menulis. Terimakasih

Rabu, 18 Agustus 2021

 Bersholawat di Tengan Pandemi Covid-19


Program tambahan Agustus 07, 2021


Kegiatan pengabdian masyarakat mandiri (KPM-M) Mahasiswa Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang di masa Pandemi Covid-19. 


Nama : Ahmad Ya'kub

Nim : 7318034


BANYAK yang bisa dilakukan agar bisa ikut serta dalam masyarakat. Salah satunya yakni bersholawat bersama. Seperti mengikuti Kegiatan Kalang Semanding Bersholawat di Musholla Bangilan, lokasi pengabdian masyarakat di Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.(8/8/2021).


Diketahui, acara ini dimulai pukul 18.00-22.00 WIB. Di mulai dengan pembacaan tawassul kepada Rasulullah Saw di lanjutkan dengan pembacaan dibak dan mahallul qiyam. tidak lupa setelah kegiatan selesai di akhiri dengan sesi dokumentasi foto bersama.


Karena diketahui masih dalam Pandemi, penyelenggaraan kegiatan tersebut, tetap menerapkan protokol kesehatan. Telah disediakan hand sanitizer dan juga masker diperuntukkan bagi hadirin yang lupa menggunakan masker. Ager mencegah penularan Covid 19.


Kegiatan Kalang Semanding bersholawat ini adalah kegiatan rutin setiap bulan yang diadakan oleh para pemuda desa atau lebih dikenal nya dengan sebutan kaula muda. 


Perlu diapresiasi semangat para pemuda di kampung ini, dimana kebanyakan pemuda zaman sekarang yang kebanyakan hanya nongkrong di warkop-warkop bermain geme online dan lain-lain, tetapi tetap bisa kompak dan rutin setiap bulan nya mengadakan kegiatan Sholawatan.


Masa pandemi seperti ini kiranya kita tak hanya meningkatkan imun tubuh secara fisik, namun meningkatkan iman agar kesehatan piskologi terjaga juga harus dilakukan. Salah satunya yang dianjurkan dalam agama Islam yaitu memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw.


Sebelumnya pun juga sudah banyak ulama yang menyampaikan, bahwa sholawat mampu mengikis wabah seperti halnya Covid-19 ini.


Seorang ulama besar ahli hadits dan multipakar ilmu (polymath) Islam, yaitu Imam Jalaluddin As-Suyuti pernah mengumpulkan dalil-dalil dalam tulisannya yang diberi tema demikian: benarkah sholawat mampu mengikis wabah? 


Kemudian sebagai salah satu jawabannya, disebutkan kutipan dari ulama yang menjadi pakar di bidang wabah, yang bernama Ibnu Abi Hajalah: 


“Ibnu Abi Hajalah menyebutkan di salah satu karyanya tentang thaun, ada sebagian dari orang-orang saleh yang menyebutkan kepadanya bahwa di antara sebab terbesar untuk diangkatnya thaun dan musibah besar lainnya adalah memperbanyak bershalawat kepada Nabi".


Ikhtiar lain yang tidak kalah penting dalam menghadapi Covid-19 adalah mengikuti sunnatullah yang telah ditetapkan kepada sifat virus dan telah diketahui manusia. Penyebaran virus melalui droplets (cairan dari saluran pernapasan manusia yang lebih lembut daripada debu) dapat dihindari dengan 5 M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas. Upaya-upaya tersebut tetap harus dikuatkan untuk memutus rantai penularan yang juga sangat penting dalam rangka mencegah mutasi virus.



#KPMMandiriUnipdu2021

#Fakultasilmukesehatan

#UnipduJombang

#KalangsemandingPerakJombang

Selasa, 17 Agustus 2021


"Pembagian masker dan sosialisasi cuci tangan 6 langkah yang baik dan benar di masa Pandemi Covid-19"

Program tambahan Agustus 08, 2021


Kegiatan pengabdian masyarakat mandiri (KPM-M) Mahasiswa Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang di masa pandemi covid-19.
Nama : Ahmad Ya'kub
Nim : 7318034
Mengadakan sosialisasi cuci tangan dan pembagian masker sebagai program tambahan tentang " Pembagian Masker Dan Sosialisasi Cuci Tangan 6 Langkah Yang Baik Dan Benar Di Masa Pandemi Covid 19 " Untuk lokasi pengabdian masyarakat di Desa Kalangsemanding kecamatan Perak Jombang.(08/08/2021).

Tujuan kegiatan ini adalah agar anak-anak tahu bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan bener, dimana untuk mengurangi penyebaran covid 19 dengan rajin mencuci tangan ketika selesai bermain, setelah buang air besar dan kecil, ketika akan makan dan setelah beraktivitas. Serta dengan pembagian masker ini supaya anak-anak mulai terbiasa untuk menggunakan masker, untuk mengurangi penularan covid 19.

6 langkah cuci tangan yang benar menurut WHO yaitu :

Tuang cairan handrub pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar,
Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian,
Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih,
Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci,
Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian,
Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.

Rajin mencuci tangan dengan cara yang benar merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat. Bukan hanya orang dewasa yang perlu tahu cara mencuci tangan yang benar. Anak-anak juga sebisa mungkin diajarkan dan dibiasakan untuk mencuci tangan, agar terhindar dari infeksi.

Acara sosialisasi ini dimulai pada pukul 18.00-19.00 WIB. Di mulai dengan perkenalan dan di akhiri dengan sesi tanya jawab dengan di iming-imingi hadiah jika bisa menjawab, jumlah peserta yang hadir sebanyak 15 anak-anak dan tidak lupa setelah kegiatan selesai di akhiri dengan sesi dokumentasi foto bersama.

Selain menyampaikan beberapa materi tentang cuci tangan, juga langkah terbaik dalam mencegah Covid-19 ini adalah dengan tetap berada di rumah (stay at home), dalam hal ini tetap berada di lingkungan rumah dan tidak bermain keluar. Jika terpaksa harus keluar karena urusan yang sifatnya mendesak, diupayakan untuk mengenakan masker. Selain berguna untuk melindungi diri, masker juga bisa menjaga agar tidak menularkan virus kepada orang lain. Karena kita belum bisa memastikan kalau kita tidak terpapar virus Covid-19 atau mungkin malah justru kita menjadi seorang “virus carrier”.

Oleh karena itu, semua pihak dari berbagai elemen di masyarakat untuk dapat bersama-sama menaruh kepedulian terhadap sesama. Khususnya pada saat merebaknya wabah seperti saat ini dengan cara apapun, salah satunya dengan memberika masker secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu atau yang benar-benar membutuhkan. Bersama Pemerintah, kita harus saling bahu-membahu untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat di tengah merebaknya wabah Covid-19 ini. Kita perlu bersabar dan berupaya maksimal dan tentu saja berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir, aamiin.

#KPMMandiriUnipdu2021
#Fakultasilmukesehatan
#UnipduJombang
#DesakalanganKalangsemandingPerakJombang

Senin, 16 Agustus 2021

"Hidup Sehat dengan Memanfaatkan Bahan Makanan Sehari-hari Sebagai Upaya Peningkatan Imunitas Selama Pandemi Covid-19"

Agustus 16, 2021


Kegiatan pengabdian masyarakat mandiri (KPM-M) Mahasiswa Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang di masa pandemi covid-19.
Nama : Ahmad Ya'kub
Nim : 7318034
Yaitu mengadakan penyuluhan atau sosialisasi tentang " Hidup sehat dengan memanfaatkan bahan makanan sehari-hari sebagai upaya peningkatan imunitas selama pandemi covid-19" Untuk lokasi pengabdian masyarakat di Desa Kalangsemanding kecamatan Perak Jombang, kegiatan penyuluhan bertempat di aula pondok pesantren Al Mukminin Kalangan Perak Jombang pada Hari Minggu(08/08/2021).

Tujuan kegiatan penyuluhan ini adalah agar masyarakat tahu dan faham, bagaimana hidup sehat dengan memanfaatkan bahan makanan sehari-hari sebagai upaya peningkatan imunitas di tengah pandemi covid-19, intinya masyarakat tidak harus bergantung pada obat-obatan atau vitamin yang mengandung bahan kimia,

Rangkaian acara sosialisasi ini, dimulai pada pukul 10.00 WIB. yang bertempat diaula pondok pesantren Al Mukminin, pembukaan acara ini dibuka langsung oleh ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Mukminin Ibu Muflihatun Niswa S.Pdi, M.Pdi. Di hadiri oleh ketua kaula muda beserta pembinanya, jumlah peserta yang hadir sebanyak 15 orang anggota kaula muda sendiri.

Sedikit penyampaian dari sambutan ketua Yayasan yang mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat ini tetap eksis meskipun ditengah pandemi Covid-19, selain sebagai salah satu promosi kampus, juga berharap agar para peserta sosialisasi yang didominasi sekolah menengah keatas ini bisa mempunyai banyak wawasan  tentang dunia kampus, sehingga nantinya mereka sudah tidak bingung lagi akan melanjutkan perguruan tinggi dimana. Untuk rangkaian acara pembukaan ini ditutup doa yang di pimpin oleh pembina kaula muda.

Setelah selesai Langsung dilanjut dengan penyampaian beberapa materi, meskipun KPM ini mandiri tapi tetap bekerja sama dengan 2 mahasiswa lain dari beda fakultas, yaitu M. Hidayatullah dari FBB dan Moh. Faiz Irwinsyah dari FST.

#KPMMandiriUnipdu2021
#Fakultasilmukesehatan
#UnipduJombang
#DesakalanganKalangsemandingPerakJombang



Rabu, 04 Agustus 2021

Surat untuk pimpinan


"Surat untuk pimpinan"



Buat para pimpinan, calon pimpinan negeri ini, entah siapapun karena yang pasti setiap orang akan menjadi pemimpin, paling tidak untuk dirinya sendiri.

Ketika kalian nanti sudah menjabat ataupun menjadi penguasa, jangan mudah baper, sedikit-sedikit di laporkan, di penjara apa itu seperti anak kecil saja.

Belajarlah sebelum menjadi pemimpin, kita lihat sejarah bagaimana manusia terbaik, manusia pilihan, panutan sekaligus jungjungan kita semua khususnya Umat Islam Nabi Muhammad Saw.

Bayangkan kan saja sekelas orang yang surganya sudah di jamin dan terjaga dari dosa, masi di caci, di hina, bahkan mau di bunuh, bukan hanya pencemaran nama baik.

Bisa di lihat ketika masuk ke penduduk thoif, nabi sampai terluka karena ulah penduduk nya. Tapi apa balasan nabi, apakah beliau marah? Tidak malah beliau memaafkan dan mendoakan agar nantinya mereka sadar dan masuk Islam , sampai-sampai malaikat penjaga gunung menawarkan untuk menghantam kan gunung kepada penduduk thoif.

Dari sini kita belajar bahwa menjadi pemimpin tidaklah mudah dan gampang seperti yang di bayangkan, apalagi hanya bermodalkan Uang serta janji-janji busuk, yang ketika mencari dukungan pura-pura turun mengemis ke masyarakat, tapi setelah jadi ketika rakyat ingin bertemu malah bersembunyi di balik gedung megah diruangan yang ber AC.

Ingat kalian sebelum menjadi pemimpin di lantik, disumpah dibawah kitab suci agama masing-masing, dan apapun yang dilakukan manusia pasti akan dipertanggung jawabkan. Jadi jangan pernah merasa bahwa kalian akan lepas dari pengawasan Tuhan.

Untuk menjadi pemimpin tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, ada hak suara rakyat yang perlu di utamakan dan diperjuangkan.


#butuh

#kritik

#dansaran




Senin, 31 Agustus 2020

Tajin sora


Di pagi yang cerah ini, aku santai setelah menyelesaikan beberapa aktivitas sambil duduk dan duduk pesan yang masuk, tak lama kemudian ada tamu yang mengucapkan salam, ternyata orang itu mau membagikan bubur. Aku ingat kalau saat ini sudah masuk bulan Muharram atau orang Madura disebut bulan sora.

Kebetulan ni belum sarapan, tanpa berlama-lama setelah yang mengantar pulang langsung aku santap, tak terasa dengan sekejap bubur itu ludes tak tersisa.

Setelah kenyang aku kepikiran untuk menulis sedikit tentang tajin sora, bicara tentang tradisi dan kebudayaan di Indonesia sudah tidak diragukan lagi, memang surga nya.

Tradisi atau kebudayaan, ya .. Indonesia memang terkenal dengan tradisi dan kebudayaan yang sangat beragam, setiap daerah pasti mempunyai kebudayaan masing-masing.

Di Madura, tepat nya kab Sumenep di mana aku tinggal juga mempunyai tradisi sendiri pada bulan Muharram atau (bulen sora atau disebut juga bulen tajin dalam bahasa Madura). Masyarakat akan membuat masakan bubur atau (tajin), yang akan dibagikan kepada para tetangga atau kerabat dekat, atau di sebut juga tradisi Ter-Ater.

Masyarakat mempercayai bahwa dengan membuat tajin sora bisa menolak balak, tajin sora merupakan penulak bala '. Sehubung dengan keyakinannya bahwa bulan muharram termasuk diantara bulan-bulan yang mengandung bala '.

Menurut keterangan yang ada, bahwa tradisi ini bermuara pada peristiwa Nabi Nuh. Ketika Nabi nuh dan kaumnya turun dari kapalnya mereka merasa kelaparan. sementara mereka mengawasi bekal. Di kala itu yang tersisa hanya tujuh macam biji-bijian. Satu macam biji-bijian itu sebanyak satu genggam. Lalu nabi nuh memerintahkan untuk mengumpulkan semua biji-bijian yang tersisa. Kemudian beliau memasaknya menjadi semacam bubur. nama ini diambil dari kitab hasyiyah I'anatu al-Thalibin II, 444.

Nama Tajin Sora dinisbatkan pada tanggal sepuluh (Asyura ') Bulan Muharram. Bahkan Bulan Muharrampun - bagi orang Madura - disebut Bulen Sora.

Dari sini kita dapat mengambil pelajaran, pelaksanaan tajin ini terdapat banyak hikmah yang bisa kita petik. Diantaranya yang paling dapat kita rasakan adalah bentuk solidaritas, sebab dengan mempersembahkan tajin ke kerabat, tetangga sekitar dapat mempererat dan meningkatkan tali persaudaraan. Selain itu Hikmah yang dapat kita ambil dari tradisi ini adalah dapat menarik rizki.

Tradisi tajin sora merupakan salah satu kekayaan Madura dan sudah turun temurun. Oleh karena itu kita sebagai warga Madura harus menjaga tradisi ini dengan baik. Apalagi tradisi ini mengikuti peristiwa yang terjadi pada nabi nuh. Yang terpenting selama tradisi yang ada di madura tidak menyimpang dari ajaran agama Islam, kita selayaknya menjaganya dengan baik dan terus melestarikan nya sampai kapanpun.

Sabtu, 18 April 2020

*Menyambut Kedatangan Bulan Suci*


Bulan sya'ban adalah bulan yang berada diurutan ke delapan dalam hitungan kalender Hijriyah, termasuk sala satu bulan yang dimuliakan dalam Islam . Oleh karena itu dibulan ini ummat islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca sholawat kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw.

Di Madura bulan sya'ban atau yang disebut "Bulân rèbbâ" biasanya banyak teradisi-tradisi yang dilakukan oleh masyarakat.Tepatnya di Sumenep khususnya ditempat kelahiran saya di desa aengganyar kecamatan Giligenting.

Sudah menjadi suatu hal yang lumrah atau telah menjadi sebuah kebiasaan masyarakat di desa saya setiap tahunnya ketika sudah masuk pada bulan rebba, apalagi kalau sudah dipertengahan bulan setiap rumah akan membuat acara selamatan untuk mendoakan para leluhur mereka atau kerabat yang sudah meninggal, selain itu juga untuk memuliakan bulan sya'ban dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Biasanya tuan rumah akan mengundang tetangga sekitar untuk menghadiri acara tersebut atau lebih dikenal oleh masyarakat Madura yakni konjengan, rangkaian acara yang dilakukan biasanya tahlilan dan makan-makan.

Acara seperti ini akan dilakukan hampir setiap hari bergantian dari satu rumah kerumah yang lain, bahkan kadang ada sampai 2 atau 3 kali diadakan ditempat yang berbeda. Bahasa candaannya "Nyaman ta'usa atana' ngakan kona orèng" artinya enak tidak usah masak dirumah karena sudah makan dirumahnya orang". hehe...

Momentum seperti itulah yang selalu membuat rindu kampung halaman, mengingat posisi saya sekarang masi berada diperantaun, hal itulah yang menginspirasi saya untuk sedikit menulis tradisi kampung halaman. Dan untuk mengisi waktu kosong diasrama selama locdwon ditengah maraknya wabah virus corona.

Dan mungkin berkat budaya tersebutlah Sumenep sampai saat ini masi berada di zona Hijau, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sedekah dapat menolak balak(mara bahaya) dan menjadikan umur panjang" semoga tetap lestari budaya tersebut sampai kapanpun.

 Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat dalam menjalankan perintah agama dan mempunyai keunikan masing-masing namun tetap tujuan nya sama melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Bergembiralah kita karena sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan bulan yang penuh berkah dan ampunan, Barangsiapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka. (Nash riwayat ini disebutkan di kitab Durrat An-Nasihin).

Sekian terimakasih kurang lebih nya saya minta maaf, semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membaca. Kritik dan saran sangat di butuhkan untuk memperbaiki tulisan selanjutnya.