Bersholawat di Tengan Pandemi Covid-19
Program tambahan Agustus 07, 2021
Kegiatan pengabdian masyarakat mandiri (KPM-M) Mahasiswa Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang di masa Pandemi Covid-19.
Nama : Ahmad Ya'kub
Nim : 7318034
BANYAK yang bisa dilakukan agar bisa ikut serta dalam masyarakat. Salah satunya yakni bersholawat bersama. Seperti mengikuti Kegiatan Kalang Semanding Bersholawat di Musholla Bangilan, lokasi pengabdian masyarakat di Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.(8/8/2021).
Diketahui, acara ini dimulai pukul 18.00-22.00 WIB. Di mulai dengan pembacaan tawassul kepada Rasulullah Saw di lanjutkan dengan pembacaan dibak dan mahallul qiyam. tidak lupa setelah kegiatan selesai di akhiri dengan sesi dokumentasi foto bersama.
Karena diketahui masih dalam Pandemi, penyelenggaraan kegiatan tersebut, tetap menerapkan protokol kesehatan. Telah disediakan hand sanitizer dan juga masker diperuntukkan bagi hadirin yang lupa menggunakan masker. Ager mencegah penularan Covid 19.
Kegiatan Kalang Semanding bersholawat ini adalah kegiatan rutin setiap bulan yang diadakan oleh para pemuda desa atau lebih dikenal nya dengan sebutan kaula muda.
Perlu diapresiasi semangat para pemuda di kampung ini, dimana kebanyakan pemuda zaman sekarang yang kebanyakan hanya nongkrong di warkop-warkop bermain geme online dan lain-lain, tetapi tetap bisa kompak dan rutin setiap bulan nya mengadakan kegiatan Sholawatan.
Masa pandemi seperti ini kiranya kita tak hanya meningkatkan imun tubuh secara fisik, namun meningkatkan iman agar kesehatan piskologi terjaga juga harus dilakukan. Salah satunya yang dianjurkan dalam agama Islam yaitu memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Saw.
Sebelumnya pun juga sudah banyak ulama yang menyampaikan, bahwa sholawat mampu mengikis wabah seperti halnya Covid-19 ini.
Seorang ulama besar ahli hadits dan multipakar ilmu (polymath) Islam, yaitu Imam Jalaluddin As-Suyuti pernah mengumpulkan dalil-dalil dalam tulisannya yang diberi tema demikian: benarkah sholawat mampu mengikis wabah?
Kemudian sebagai salah satu jawabannya, disebutkan kutipan dari ulama yang menjadi pakar di bidang wabah, yang bernama Ibnu Abi Hajalah:
“Ibnu Abi Hajalah menyebutkan di salah satu karyanya tentang thaun, ada sebagian dari orang-orang saleh yang menyebutkan kepadanya bahwa di antara sebab terbesar untuk diangkatnya thaun dan musibah besar lainnya adalah memperbanyak bershalawat kepada Nabi".
Ikhtiar lain yang tidak kalah penting dalam menghadapi Covid-19 adalah mengikuti sunnatullah yang telah ditetapkan kepada sifat virus dan telah diketahui manusia. Penyebaran virus melalui droplets (cairan dari saluran pernapasan manusia yang lebih lembut daripada debu) dapat dihindari dengan 5 M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas. Upaya-upaya tersebut tetap harus dikuatkan untuk memutus rantai penularan yang juga sangat penting dalam rangka mencegah mutasi virus.
#KPMMandiriUnipdu2021
#Fakultasilmukesehatan
#UnipduJombang
#KalangsemandingPerakJombang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar