Rabu, 04 Agustus 2021

Surat untuk pimpinan


"Surat untuk pimpinan"



Buat para pimpinan, calon pimpinan negeri ini, entah siapapun karena yang pasti setiap orang akan menjadi pemimpin, paling tidak untuk dirinya sendiri.

Ketika kalian nanti sudah menjabat ataupun menjadi penguasa, jangan mudah baper, sedikit-sedikit di laporkan, di penjara apa itu seperti anak kecil saja.

Belajarlah sebelum menjadi pemimpin, kita lihat sejarah bagaimana manusia terbaik, manusia pilihan, panutan sekaligus jungjungan kita semua khususnya Umat Islam Nabi Muhammad Saw.

Bayangkan kan saja sekelas orang yang surganya sudah di jamin dan terjaga dari dosa, masi di caci, di hina, bahkan mau di bunuh, bukan hanya pencemaran nama baik.

Bisa di lihat ketika masuk ke penduduk thoif, nabi sampai terluka karena ulah penduduk nya. Tapi apa balasan nabi, apakah beliau marah? Tidak malah beliau memaafkan dan mendoakan agar nantinya mereka sadar dan masuk Islam , sampai-sampai malaikat penjaga gunung menawarkan untuk menghantam kan gunung kepada penduduk thoif.

Dari sini kita belajar bahwa menjadi pemimpin tidaklah mudah dan gampang seperti yang di bayangkan, apalagi hanya bermodalkan Uang serta janji-janji busuk, yang ketika mencari dukungan pura-pura turun mengemis ke masyarakat, tapi setelah jadi ketika rakyat ingin bertemu malah bersembunyi di balik gedung megah diruangan yang ber AC.

Ingat kalian sebelum menjadi pemimpin di lantik, disumpah dibawah kitab suci agama masing-masing, dan apapun yang dilakukan manusia pasti akan dipertanggung jawabkan. Jadi jangan pernah merasa bahwa kalian akan lepas dari pengawasan Tuhan.

Untuk menjadi pemimpin tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, ada hak suara rakyat yang perlu di utamakan dan diperjuangkan.


#butuh

#kritik

#dansaran




1 komentar: